Jumat, 06 Maret 2015

pendidikan

Pendidikan  adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.[1] Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 PBB 1966 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan.[2] Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.

Fungsi pendidikan

Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
  • Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
  • Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
  • Melestarikan kebudayaan.
  • Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi lain dari lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
  • Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
  • Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
  • Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
  • Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
  • Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
  • Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
  • Menjamin integrasi sosial.
  • Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
  • Sumber inovasi sosial.

Ekonomi

Telah dikemukakan bahwa tingkat pendidikan yang tinggi sangat penting bagi negara-negara untuk dapat mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi.[3] Analisis empiris cenderung mendukung prediksi teoritis bahwa negara-negara miskin harus tumbuh lebih cepat dari negara-negara kaya karena mereka dapat mengadopsi teknologi yang sudah dicoba dan diuji oleh negara-negara kaya. Namun, transfer teknologi memerlukan manajer berpengetahuan dan insinyur yang mampu mengoperasikan mesin-mesin baru atau praktek produksi yang dipinjam dari pemimpin dalam rangka untuk menutup kesenjangan melalui peniruan. Oleh karena itu, kemampuan suatu negara untuk belajar dari pemimpin adalah fungsi dari efek "human capital". Studi terbaru dari faktor-faktor penentu pertumbuhan ekonomi agregat telah menekankan pentingnya lembaga ekonomi fundamental[4] dan peran keterampilan kognitif.[5]
Pada tingkat individu, ada banyak literatur, umumnya terkait dengan karya Jacob Mincer,[6] tentang bagaimana laba berkaitan dengan pendidikan dan modal manusia lainnya. Karya ini telah memotivasi sejumlah besar studi, tetapi juga kontroversial. Kontroversi utama berkisar bagaimana menafsirkan dampak sekolah.[7][8] Beberapa siswa yang telah menunjukkan potensi yang tinggi untuk belajar, dengan menguji dengan intelligence quotient yang tinggi, mungkin tidak mencapai potensi penuh akademis mereka, karena kesulitan keuangan.[reason-actually some students at the low end get better treatment than those in the middle with grants, etc. needs RS]
Ekonom Samuel Bowles dan Herbert Gintis berpendapat pada tahun 1976 bahwa ada konflik mendasar dalam pendidikan Amerika antara tujuan egaliter partisipasi demokratis dan ketidaksetaraan tersirat oleh profitabilitas terus dari produksi kapitalis di sisi lain

 


Kamis, 05 Maret 2015

Kebiasaan Anak Remaja Zaman Sekarang

1. BROWSING INTERNET DALAM WAKTU LAMA

  Saat ini akses menjadi teman akrab bagi banyak remaja. Tapiterlalu lama browsing internet bisa menimbulkan masalah gangguan pada mata misalnya mata minus dan juga berdampak pada kesehatan mental. Internet-an dalam jangka waktu lama bisa membuat remaja berisiko mengalami depresi dan kecemasan, serta memicu kecanduan atau adiksi terhadap internet.


2. MAIN GAME SAMPAI LUPA WAKTU.

    kebiasaan main game dalamjangka waktu lama bisa membuatremaja kurang tidur dan kelelahan, sertaberkurangnya kepekaan terhadaplingkungan sosial sehinggadikhawatirkan remaja tumbuh sepertizombie atau mayat hidup. Jika kurang tidur dan kelelahanmaka sistem imun akan menurun yangmembuatnya lebih mudah terserangpenyakit, serta berisiko mengalamicarpal tunnel syndrome akibatpergerakan tangan yang berulang.



3. Terlalu lama menonton televisi Televisi

   Dapat memberikaninformasi, tapi jika terlalu lamamenonton televisi akan membuatremaja kurang gerak sehinggarentan terkena penimbunan lemakdan kolesterol yang menjadifaktor risiko dari berbagaipenyakit. Selain itu terlalu banyakmenonton televisi juga bisamemicu terjadinya depresi,bahkan studi juga menemukanmenonton televisi lebih dari 6 jamsehari bisa menurunkan angkaharapan hidup.



5. GALAU

   kebiasaan ini hampir di alami oleh semuaremaja. hal ini di sebabkan karna jiwa dan dirimereka yang masih labil.










6. KEBIASAAN KEBIASAAN KEBIASAAN KEBIASAAN TERUNIK TERUNIK TERUNIK TERUNIK

    Remaja yang Suka Menirukan Iklan Tidak hanya remaja yang saja yang sukamenirukan ikalan hampir semua kalangan pun suka menirukan gaya tersebut.Remaja menirukan iklan dalam keseharian memang yang paling sering terjadi. Dan biasanya iklan yang gampang ditirukan adalah iklan-iklan yang konyol dan kayaakan kreatifitas. Menurut mereka menirukaniklan hanya sebagai sarana refresing saja.
Contoh-Contoh Iklan yang suka ditirukan

7.. Kamera SLR 

     Ya yang ini sudah sangat menjiwai didunia anak muda jaman sekarang, kalo jalan-jalan pasti ada kamera SLR digantungin di leher mereka. Padahal SLR harganya cukup mahal, kisaran 4-6 juta lho, dan kamera SLR juga hanya di pakaiuntuk kamera Studio. Istilah anak muda jaman sekarangadalah "hunting" dimana mereka pergi ketempat yang mereka bilang latar tempat tersebut menarik, dan mereka mulaiberfoto-foto yang hanya ujung-ujungnya jadi Display Picture di BBM atau Avatar diTwitter atau Photo Profile di Facebook.Bagaimana? untuk buang-buang uangkan? lagi-lagi benda ini juga di pakai untuk mejeng.

8. Tidak Pernah Berfikir 2 kali

     Kebanyakan remaja emosinya masih sangat labil. jadi kebanyakan hal yangmereka lakukan hanya di pikirkan 1kali saja tanpa memikir kan akibatnya.Seperti mencoba bunuh diri , atau mencoba membunuh orang.

Kebiasaan Anak Remaja Zaman Sekarang

1. BROWSING INTERNET DALAM WAKTU LAMA


Rabu, 04 Maret 2015

MANFAAT BERMAIN BAGI ANAK-ANAK KECIL

Dari waktu ke waktu, manusia telah sadar bahwa bermain adalah suatu bentuk kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan bermain sangat banyak digemari oleh anak-anak pada saat sebelum masuk ke jenjang sekolah, dan sebagian waktu anak akan digunakan untuk bermain dan ada pakar yang berpendapat bahwa pada masa sebelum masuk sekolah adalah usia bermain. Dan manfaat bermain bagi anak itu sama pentingnya dengan berpakaian bagi orang dewasa.

Dari hasil penelitian dari para pakar, telah menemukan bahwa ternyata bermain mempunyai manfaat yang sangat besar untuk tahap awal perkembangan anak. Kegiatan bermain adalah merupakan pengalaman belajar yang sangat berguna untuk anak seperti :
1. Uuntuk belajar bersosialisasi dalam membina hubungan dengan sesama teman
2. dengan memiliki banyak teman maka perbendaharaan kosa kata anak akan meningkat
3. Menyalurkan emosi sang anak agar menjadi pribadi yang sabar saat tertekan.
Dan juga masih banyak manfaat yang dapat di peroleh dari kegiatan bermain.

Dalam tulisan ini kami mengharapkan pembaca bisa memahami bermacam manfaat bermain terutama untuk menghilangkan paradigma yang berpendapat bahwa bermain adalah kegiatan yang tidak bermanfaat dan hanya membuang waktu saja.

             Dengan orang tua mengetahui fungsi kegunaan dari bermain, kami mengharapkan bisa memunculkan pendapat orang tua tentang cara memanfaatkan kegiatan bermain untuk dapat mengembangkan bermacam-macam aspek perkembangan anak, yaitu seperti aspek sensoris, motoris, sosialisasi, emosi, kognisi, kepribadian, pengetahuan, kecerdasan, keterampilan dalam berolah raga, menari, menyanyi dan ketajaman dalam penginderaan.  3 aspek utama manfaat bermain adalah aspek fisik-motorik, kecerdasan dan sosial emosional. Aspek-aspek tersebut saling menunjang satu dengan yang lain dan jangan sampai dipisahkan. Jika salah satu aspek dalam sebuah permainan tidak diberi kesempatan untuk dapat berkembang, maka akan mengakibatkan ketimpangan

           Bermain merupakan dunia bagi sang anak sebelum memasuki sekolah, dan bermain adalah hak bagi setiap anak tanpa ada batasan umur. Dalam tulisan kali ini berguna untuk sebagai bahan acuan para mahasiswa yang mempelajari psikologi perkembangan anak, dan juga untuk guru, calon guru dan pemerhati masalah anak. Khususnya usia anak sebelum memasuki masa sekolah yaitu antara tiga sampai enam tahun.

MAINAN ANAK KUANSING DALAM BENTUK TRADISI

                                                                                 PACU JALUR


                                                                         PENCAK SILAT